Isma'eel Abu Adam, Mualaf Yang Memilih Kembali MURTAD

2:20 AM Ki Sabda Palon 0 Komentar


0 komentar:

Video: Islam Dan Akal Sehat #3 - Kepalsuan Alquran (HOAX Terbesar Sepanjang Masa)

6:10 PM Ki Sabda Palon 3 Komentar


Kali ini kita membahas tentang sebuah kitab yang konon menurut Islam adalah kitab suci yang paling benar dan otentik...

Menurut banyak muslim, Alquran yang ada sekarang ini sama persis dengan apa yang diterima Muhamad sekitar 15 abad yang lalu, tanpa perubahan apapun. Sebenarnya ini cuma mitos. Alquran yang ada sekarang ini adalah hasil penyeragaman besar-besaran yang dicetak di Kairo, Mesir, pada tahun 1924 dan dibiayai oleh Arab Saudi. Jadi usianya belum genap 100 tahun!

Tapi video ini tidak membahas otentisitas yang semacam itu.

Sekalipun Alquran yang sekarang ini betul-betul sama dengan Alquran yang diterima Muhamad 15 abad yang lalu, akan sia-sia jika Alquran itu sebenarnya sejak awal bukan kitab suci yang berasal dari Tuhan.... Betul nggak???

Uang palsu yang dibuat 5 abad yang lalu dan ditemukan dalam keadaan utuh saat ini tetaplah uang palsu! Tidak akan berubah statusnya menjadi uang asli, itu cuma uang palsu yang antik... tidak lebih.

Demikian juga dengan Alquran! Jika sejak semula yang diterima Muhamad bukanlah kitab suci yang berasal dari Tuhan, maka Alquran yang sekarang tetap bukan kitab suci juga... tidak peduli seotentik apapun teks yang ada di dalamnya. Pertanyaanya sekarang... apakah Alquran berasal dari Tuhan???? Sejauh ini muslim menerima Alquran sebagai kitab suci semata-mata HANYA berdasarkan klaim Muhamad, tidak lebih. Muhamad mengaku mendapat bisikan Malaikat Jibril yang membawa pesan dari Allah dan ia kemudian mendiktekan pesan itu kepada orang lain untuk mencatatnya.

Begitulah pengakuannya....

Ada dua persoalan mendasar disini....

Yang pertama, bagaimana jika Muhamad berbohong?
Banyak muslim pasti keberatan dan akan mengatakan tidak mungkin seorang nabi berbohong! Lho memangnya siapa yang menyatakan Muhamad itu nabi? Bukankah kenabian Muhamad berasal dari pernyataan Alquran yang diklaimnya berasal dari Allah??? Jadi dengan kata lain, Alquran dan Muhamad saling bersaksi satu sama lain. Yang menyatakan Alquran pasti benar karena kitab itu berasal dari Tuhan adalah Muhamad sendiri. Dan perkataan Muhamad pasti benar karena menurut Alquran dia adalah seorang nabi utusan Allah.

Di pengadilan manapun, pengakuan semacam ini tidak ada artinya...!

Dengan demikian Muhamad mungkin saja bukan seorang nabi!
Dia hanya mengaku sebagai nabi. Karena Muhamad mungkin bukan nabi, maka Muhamad juga mungkin berbohong! Orang yang berani berbohong soal penting seperti masalah kenabiannya, tidak akan takut berbohong untuk hal-hal lain!

Motif harta, kekuasaan, dan wanita bisa menjadi dasar untuk itu mengingat Muhamad yang awalnya cuma seorang suami dari seorang janda kaya memang akhirnya berhasil mendapatkan semua itu dalam hidupnya di dunia!

Yang kedua, bagaimana jika yang didengar Muhamad itu bukan Malaikat Jibril tapi sekedar iblis yang mengaku sebagai Malaikat Jibril? Lagi-lagi muslim pasti banyak yang protes... mana mungkin Muhamad tidak bisa membedakan iblis dan malaikat..!

Oh... sangat mungkin my brother...!!!

Muhamad dibesarkan dalam kultur penyembah berhala di Mekah. Keluarga dan masyarakat di lingkungannya adalah orang-orang penyembah berhala. Bekas-bekas dan buktinya masih ada sampai sekarang dalam bentuk ritual mencium batu Hajar Aswad di Mekah! Itu tidak lebih adalah tradisi penyembah berhala yang dilestarikan dengan sukses dalam agama Islam!

Selain itu, pengetahuannya tentang ajaran-ajaran para nabi dari tradisi monotheis Yahudi dan Kristen sangat terbatas. Ingat, berdasarkan pengakuannya sendiri Muhamad buta huruf, jadi pengetahuannya tentang kultur dan ajaran monotheisme yahudi-kristen hanya berdasarkan percakapan lisan yang dangkal! Dengan kondisi seperti ini Muhamad jelas tidak memiliki acuan pengetahuan yang kuat untuk memahami seperti apa ajaran yang berasal dari Tuhan dan telah dipercaya oleh banyak nabi sebelumnya. Pengetahuannya nyaris NOL besar!

Ini membuat Muhamad PASTI memiliki kesulitan besar untuk membedakan mana ajaran yang berasal dari Tuhan dan mana yang bukan. Dia juga PASTI tidak memiliki kemampuan untuk membedakan malaikat yang berasal dari Tuhan atau sebaliknya iblis yang sedang menyamar menjadi malaikat dan berusaha menipunya. Dasar acuan atau tolok ukur yang perlu untuk membedakan persoalan sulit seperti itu tidak dimiliki oleh Muhamad.

Dengan ambisi duniawinya yang besar dan pengetahuan rohaninya yang terbatas membuat Muhamad menjadi target penipuan iblis yang sempurna. Dengan kondisi ini, sangat besar kemungkinannya Malaikat Jibril yang datang kepadanya sesungguhnya hanyalah iblis yang menyamar menjadi malaikat dan membawa ajaran-ajaran yang tidak berasal dari Tuhan!

Dari kedua kemungkinan yang sangat masuk akal ini, kita sudah punya alasan kuat untuk mempertanyakan posisi Alquran sebagai kitab suci. Bisa jadi Alquran hanyalah karangan Muhamad atau ajaran-ajaran iblis yang mengaku sebagai Malaikat Jibril, atau gabungan keduanya.

Sekarang, mari kita bandingkan dengan kitab suci lain yang juga diakui oleh keturunan Abraham, atau Ibrahim. Yaitu Alkitab... Ini akan memperjelas posisi Alquran sebagai kitab suci atau bukan! Alkitab terdiri dari dua bagian:

1. Perjanjian Lama yang berisi kitab-kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi sebelum kedatangan Yesus.

2. Perjanjian Baru yang berisi empat kitab Injil dan surat-surat para rasul atau kitab-kitab lain yang ditulis setelah kedatangan Yesus.

Ada satu karakter penting yang dimiliki Alkitab TAPI tidak dimiliki oleh Alquran dan juga kitab-kitab suci lain yang ada di dunia ini! Alkitab bukanlah satu buku yang ditulis pada satu jaman oleh satu atau sekelompok orang. Alkitab adalah sekumpulan kitab yang ditulis oleh banyak orang di jaman yang berbeda-beda NAMUN keseluruhannya membentuk satu konsep kebenaran dan satu narasi keselamatan yang utuh. Ini adalah unsur adikodrati yang menyertai keberadaan Alkitab, yaitu unsur yang tidak dapat dibuat oleh siapapun kecuali Tuhan.

Mulai dari kisah penciptaan dan kejatuhan manusia ke dalam dosa, perjanjian Allah dengan Abraham..., lalu pembebasan bangsa Israel dari Mesir oleh Musa dalam kitab-kitab Taurat, kemudian kisah inkarnasi dan penyaliban Yesus dalam kitab-kitab Injil, hingga kedatangan Yesus yang kedua dan nubuat akhir jaman dalam Kitab Wahyu..., semuanya membentuk satu narasi besar sejarah keselamatan yang membingkai satu konsep kebenaran yang utuh.

Tidak mungkin manusia atau iblis mampu membangun satu narasi keselamatan yang utuh semacam itu, dengan menggunakan elemen-elemen sejarah dalam rentang waktu yang sangat panjang. Juga tidak mungkin manusia dan iblis mampu merumuskan satu konsep kebenaran yang utuh dan konsisten secara bertahap, melalui perjalanan sejarah yang panjang.

Hanya Tuhan yang mampu melakukan itu!

Jadi cukup masuk akal jika kita katakan Tuhan sendirilah yang menjadi pengarang seluruh isi Alkitab, sementara itu para nabi dan penulis kitab-kitab suci hanyalah pekerja-pekerja yang dipilih untuk mengungkapkan sebagian gagasan-gagasan Tuhan ini dalam bentuk tulisan di berbagai kitab pada jaman yang berbeda-beda! Siapakah yang mampu menyatakan kebenaran yang utuh secara adikodrati seperti ini selain Tuhan? Tidak ada!

Bandingkan ini dengan Alquran yang konsep kebenarannya dibentuk hanya dalam satu jaman dan melalui satu orang. Manusia lain juga bisa melakukan hal yang serupa, misalnya saja Sidharta Gautama yang melahirkan Budhisme atau Konfusius yang melahirkan ajaran konfusianisme dan banyak guru-guru lainnya. Ajaran seperti ini jelas tidak memiliki unsur adikodrati.... oleh karenanya tidak dapat dikatakan berasal dari Tuhan!

Jadi sekalipun Alkitab terdiri dari banyak kitab yang ditulis oleh banyak orang di jaman yang berbeda-beda, kita bisa melihat ada benang merah yang sangat jelas: semuanya bersumber dari satu kebenaran yang sama, yaitu Tuhan yang ESA. Tidak ada kitab suci lain di dunia yang memiliki karakter adikodrati seperti itu, hanya Alkitab!

Selain itu, kebenaran isi dari Alkitab sudah diakui dan diverifikasi oleh banyak nabi di berbagai jaman yang berbeda. Ini makin memperkuat fakta bahwa Alkitab adalah Kitab Suci yang sungguh-sungguh berasal dari Tuhan.

Mari kita gunakan logika dan akal sehat...

 Jika Alquran memang berasal dari Tuhan yang sama dengan Tuhan yang diakui para nabi, maka sudah seharusnya Alquran kompatibel dengan Alkitab DAN mampu membentuk satu konsep kebenaran yang utuh. Sama seperti kitab-kitab Perjanjian Baru yang kompatibel dengan kitab-kitab Perjanjian Lama. Tapi nyatanya tidak demikian!

Alquran tidak kompatibel dengan kitab suci sebelumnya, baik kitab-kitab Perjanjian Lama maupun kitab-kitab Perjanjian Baru! Artinya, Alquran tidak berasal dari sumber kebenaran yang sama dengan Alkitab! Konsekuensinya...jika Alkitab berasal dari Tuhan, baik berdasarkan pengakuan para nabi MAUPUN berdasarkan karakter adikodrati yang dimilikinya, maka tentu saja Alquran yang tidak kompatibel dengannya TIDAK MUNGKIN berasal dari Tuhan. Dengan kata lain, Alquran BUKANLAH kitab suci!

Mengingat begitu garangnya klaim terhadap Alquran yang menyesatkan begitu banyak orang, sangat beralasan kalau Alquran disebut sebagai HOAX terbesar sepanjang sejarah manusia!

Muslim biasanya berdalih, Alkitab sudah dipalsukan dan diubah isinya sehingga Allah menurunkan Alquran untuk meluruskan penyimpangan yang terjadi dan Allah menjamin kebenaran isi Alquran sampai kapanpun! Wow...betapa tidak konsistennya!

Mari kita pakai akal sehat lagi....

Jika Tuhan tidak dapat menjamin keutuhan isi kebenaran dalam Alkitab, bagaimana Dia tiba-tiba bisa menjamin keutuhan isi Alquran? Pasti juga tidak bisa! Atau kemungkian lain....Tuhan lupa menjamin keutuhan Alkitab dan baru mengingatnya saat menurunkan Alquran? Hm...ini logika yang lucu...! 

Memang benar, Tuhan pasti dapat menjamin keutuhan kitab suci yang diturunkan-Nya kepada manusia. Dan Dia tidak pernah lupa untuk memberi jaminan sejak semula! Itu berarti, sejak semula Tuhan sudah menjamin keutuhan isi kebenaran Alkitab yang dipercaya oleh banyak nabi.

Mari kita lihat fakta... Yesus tidak pernah berbicara sedikitpun tentang pemalsuan atau kerusakan-kerusakan dalam kitab-kitab para nabi. Bahkan Ia menyatakan tidak satu iotapun akan hilang dari kitab-kitab para nabi sampai semuanya tergenapi dan apa yang sudah ditulis tidak dapat dibatalkan! Artinya, Tuhan sudah menjaga keutuhan isi Kitab Suci yang ada pada waktu itu selama kurang lebih 1500 tahun sejak jaman Musa, yaitu saat kitab-kitab Taurat ditulis! Bagaimana mungkin setelah itu Tuhan gagal menjaga keutuhan isi Kitab Suci-Nya? Tuduhan Alkitab sudah dipalsukan adalah tidak masuk akal! Jika demikian tidak ada alasan mengapa Tuhan harus menurunkan Alquran.

Alquran hanyalah karangan Muhamad atau berasal dari inspirasi iblis yang menyamar sebagai Malaikat Jibril. Bisa jadi juga gabungan keduanya...

Bukan kebetulan jumlah surah dalam Alquran adalah 114... jika kita jumlahkan kombinasi angkanya kita mendapatkan: 114 + 141 + 411 = 666 Angka 666 dalam Kitab Wahyu merujuk pada angka yang berkaitan dengan iblis!

Mungkin saja ini adalah tanda tangan dari iblis yang sengaja disembunyikan di dalam Alquran. Untuk apa iblis sengaja memasukkan angka ini? Tentu ada maksudnya...

 Dengan tandatangannya ini, jika suatu saat Alquran mampu menggantikan Alkitab sebagai sumber kebenaran, iblis punya bukti kuat untuk mengklaim Alquran sebagai karyanya! Jika Alquran berhasil menggantikan Alkitab, itu berarti dia lebih hebat dari Tuhan! Itulah yang diinginkan iblis!

Wassalam....

3 komentar: