Video: Islam Dan Akal Sehat #10 - Ibadah Puas Dan Fitrah Manusia Yang Salah Kaprah

2:59 AM Ki Sabda Palon 3 Komentar


Dalam video sebelumnya saya sudah membahas tentang dua rukun Islam, yaitu shalat dan ibadah haji. Pada video kali ini saya akan menyinggung mengenai rukun Islam yang lain yaitu puasa.

Setiap tahun muslim melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh. Dalam Alquran dikatakan ibadah ini untuk mengikuti apa yang sudah diwajibkan pada umat-umat sebelumnya.

Setelah mengakhiri puasa, umat Islam merayakan hari idul fitri. Ternyata ada dua pendapat mengenai makna idul fitri ini. Sebagian ulama mengartikan idul fitri sebagai kembali makan-makan... Ini serius! Mereka mengartikan fitri berasal dari kata futur... yang artinya makan. Jadi ibadah puasa tidak lebih hanya soal menahan diri untuk tidak makan yang kemudian diakhiri dengan pesta makan-makan. Makna ini terasa dangkal dan kurang menarik untuk dibahas!

Tapi ada arti yang lain..., idul fitri adalah kembali ke fitrah, atau kembali ke kodrat manusia saat diciptakan..

Nah, sepertinya ini lebih menarik untuk dibahas!

Suci seperti bayi yang baru dilahirkan, bersih dari dosa. Itulah gambaran ideal muslim tentang fitrah manusia! Mereka mencapainya dengan tidak makan-minum dan menahan hawa nafsu selama siang hari...juga berupaya menjaga diri dari perbuatan-perbuatan dosa selama bulan puasa. Itulah makna yang sering dikumandangkan.. sehingga bulan ramadhan disebut juga sebagai bulan suci.

Pertanyaannya....

Andaikata kondisi ideal itu tercapai... benarkah bebas dari dosa seperti bayi yang baru lahir adalah kodrat manusia yang sesungguhnya?

Sayangnya TIDAK!

Alasannya... jika Tuhan menciptakan manusia sebagai ciptaan yang terbaik, pasti kodrat ciptaan yang tertinggi pula yang diberikan Tuhan kepada manusia. Tidak mungkin kurang dari itu....

Nah, keadaan manusia seperti layaknya bayi yang baru lahir BUKANLAH kodrat manusia yang tertinggi. Ada yang jauh lebih baik dari itu, yang sayangnya dalam Islam sama sekali tidak diajarkan!

Seperti apakah kodrat manusia yang sesungguhnya diungkapkan Tuhan dalam Kitab Kejadian:

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej.1:27)

Manusia, baik laki-laki maupun perempuan, adalah citra Allah!
Itulah kodrat yang sempurna bagi ciptaan terbaik Tuhan. Tidak mungkin ada yang lebih tinggi dari itu! Islam sama sekali tidak mengenal atau mengajarkan konsep yang sangat penting ini!

Saya tantang muslim, siapapun anda, untuk mencari kodrat ciptaan yang lebih tinggi dari ini...

Sekedar selingan saja...

Karena muslim tidak mengenal konsep citra-Allah, muslim juga tidak akan dapat menjawab pertanyaan sederhana ini: "Dapatkah Tuhan menciptakan mahluk yang lebih baik dari manusia?"

Pertanyaan ini dilema buat muslim...

Jika mereka bilang 'tidak', mereka tidak tahu mengapa Tuhan yang Maha Pencipta tidak dapat membuat mahluk yang lebih baik dari manusia... Jika mereka menjawab 'ya', mereka juga tidak tahu mengapa Tuhan tidak membuat mahluk yang lebih baik itu...

Bagi orang Kristen jawabannya jelas... Tuhan tidak mungkin menciptakan mahluk yang lebih baik dari manusia karena tidak mungkin ada mahluk yang lebih baik dari citra Tuhan sendiri!

Dengan demikian manusia yang diciptakan sebagai citra-Allah adalah puncak absolut dari seluruh ciptaan Tuhan. Hanya saja karena dosa Adam dan Hawa, seluruh manusia harus kehilangan kodratnya. Iblis telah membujuk Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena iblis tidak ingin manusia tetap memiliki kodrat sebagai citra Allah!

Dan upaya penyesatan iblis ini tidak hanya terjadi di Taman Eden di masa lalu, tapi juga di sepanjang sejarah manusia sampai hari ini. Jadi semua ajaran yang menjauhkan manusia dari kodratnya sebagai citra Allah pasti berasal dari iblis!

Ini berbeda dengan apa yang dikehendaki Tuhan...

Yesus memberikan perintah ini:
"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Mat.5:48)

Artinya, Tuhan menghendaki agar manusia harus kembali pada kodratnya semula sebagai citra Allah yang sempurna!

Para nabi-nabi Israel sepanjang sejarah Perjanjian Lama berusaha mengajarkan manusia kearah itu. Yesus kemudian merangkum seluruh ajaran para nabi itu dengan pernyataan singkat:

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat.22:37-40)

Mengapa Tuhan mengajarkan manusia untuk mengasihi? Itu tidak lain karena KASIH adalah jati diri Allah yang terdalam! Dengan mengasihi Tuhan dan sesama, manusia sesungguhnya membangun kembali kodratnya sebagai citra Allah!

Rasul Yohanes mengatakan ini dengan baik:
"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih..." (1Yoh.4:8)

Dalam Islam kebenaran semacam ini tidak pernah diajarkan karena Muhamad sendiri tidak mengenal Allah dan dia tidak tahu apa itu kasih. Dalam Islam, manusia memang tidak diciptakan untuk mengasihi Allah dan sesama tapi untuk mengabdi kepada Allah....

Ini ayatnya...

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (Q51:56)

Dan tahukah anda seperti apakah pengabdian tertinggi manusia pada Tuhan yang mendapatkan kepastian ganjaran surga menurut Islam? Tidak lain adalah membunuh atau terbunuh dalam jihad!

Ini dasar ayatnya:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh." (Q9:111)

Bahkan Muhamad sendiri menegaskan dalam sebuah hadis, jika ia bisa hidup kembali ia ingin berjihad dan mati lalu hidup kembali, berjihad lagi dan mati lalu hidup kembali, berjihad lagi dan mati... terus seperti itu berkali-kali!

Ajaran ini sangat bertolak belakang dari ajaran KASIH yang mencintai kehidupan! Dengan ajaran yang mengerikan ini masihkah kita heran melihat para jihadis muslim membunuh sesama manusia sebagai tanda pengabdian kepada Tuhan????

Ini benar-benar ajaran barbar yang menyesatkan manusia!
Tidak mungkin ajaran ini berasal dari Tuhan yang maha KASIH....

Sama sekali tidak masuk akal.

Sampai disini kita sudah bisa melihat betapa jauhnya perbedaan ajaran Islam dan Kristen. Tapi itu belum seberapa... Apa yang akan saya sampaikan berikut ini akan membuat ajaran Islam betul-betul tampak seperti sampah yang layak disingkirkan!

Para nabi mengajarkan manusia untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Tapi sebaik apapun ajaran mereka, belum dapat membawa manusia kembali pada kodratnya semula sebagai citra Allah.

Mengapa?

Para nabi tidak ada yang mengetahui seperti apakah citra Allah itu! Mereka hanya mendapatkan gambarannya secara samar-samar. Mereka belum dapat memahami bagaimanakah manusia dengan segala keterbatasan mausiawi yang ada bisa hidup sebagai citra Allah di bumi!

Hanya ada satu cara agar manusia dapat mengetahui dengan tepat dan tanpa keraguan seperti apa sesungguhnya citra Allah itu... Yaitu, Allah sendiri harus menjadi manusia! Tidak ada jalan lain!

Inkarnasi Yesus Kristus ke dunia sebagai manusia membuat manusia dapat mengenal tanpa salah kodratnya sebagai citra Allah. Maka 2000 tahun yang lalu Tuhanpun berinkarnasi dan rela disalibkan demi keselamatan manusia!

Jika seorang Kristen ditanya seperti apakah citra Allah itu, maka dengan pasti ia akan menunjuk pada Yesus!

Inkarnasi Tuhan Yang Maha Tinggi sebagai manusia memberikan penegasan bahwa setiap manusia dengan segala keterbatasn manusiawinya dapat menjalani hidup yang sempurna...

Inkarnasi Tuhan membuka jalan bagi semua manusia untuk kembali meraih kodratnya sebagai citra Allah! Ini sebuah kebenaran yang membebaskan manusia!

Jadi kita tidak perlu heran mengapa ajaran Islam menolak mati-matian inkarnasi Tuhan menjadi manusia.... Cuma satu alasannya: iblis yang menginspirasi seluruh ajaran Islam tidak menghendaki manusia kembali menjadi citra Allah.

Seperti ular di Taman Eden yang menyesatkan Adam dan Hawa, Islam terus membujuk manusia, "Yesus bukan Tuhan... Tuhan tidak beranak dan diperanakkan...Tuhan bukan satu dari tiga dan sebagainya..."

Mengenai penolakan ini Rasul Yohanes mengatakan dengan sangat jelas:

...yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus (2Yoh.1:7)

Berlawanan dengan kehendak iblis yang ingin menjauhkan manusia dari kodratnya, Yesus memberi perintah ini, "Haruslah kamu sempurna seperti Tuhan..."

Dan Yesus tidak hanya memerintahkan, tapi Dia juga mengajarkan caranya.

"Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."  (Mat.19:21)

Untuk kembali pada kodrat manusiawinya sebagai citra Allah, manusia harus mengubah orientasinya dari yang bersifat duniawi menjadi yang bersifat surgawi. Itu langkah pertama.... dan langkah selanjutnya adalah mengikuti Yesus atau menjadi seperti Yesus!

Apakah Islam punya ajaran seperti ini? TIDAK, karena dalam Islam manusia diyakinkan bahwa Allah tidak dapat diserupai oleh apapun atau dengan kata lain muslim sudah diindoktrinasi untuk menjauhi kodratnya sebagai citra Allah!

Islam mendefinisikan kesempurnaan manusia dengan cara lain, bukan mengacu pada kesempurnaan Tuhan tapi pada sesama ciptaan dengan memberikan contoh manusia sempurna..

Jika acuannya saja sudah beda, maka kesempurnaan manusia yang dimaksud oleh Kristen dan Islam pasti juga berbeda...

Dan ironisnya... teladan manusia sempurna yang dimaksud dalam Islam adalah Muhamad. Akibatnya, muslim ibarat sudah jatuh... tertimpa tangga pula...

Sebagaimana yang banyak diketahui, Muhamad berdasarkan berbagai hadis dan sirah/riwayat yang ditulis oleh para pengikutnya sendiri tidak lain adalah seorang pedofil, pecandu-seks, poligamis, pemerkosa, pemelihara dan pengguna budak-seks, pembunuh, gila kekuasaan, dan banyak predikat buruk lainnya. Ini tentunya adalah sebuah sosok teladan yang betul-betul bertolak belakang dengan Yesus yang penuh kasih dan bebas dari hawa nafsu keduniawian.

Mengapa bisa begitu berbeda, alasannya juga sangat jelas... Ajaran yang menghendaki kita meneladani Yesus berasal dari Tuhan Sang Pencipta, karena Dia menghendaki manusia kembali pada kodrat semula sebagai citra Allah.

Sebaliknya ajaran yang menolak Yesus sebagai Tuhan dan mengajarkan manusia untuk meneladani Muhamad jelas tidak menghendaki manusia kembali menjadi citra Allah. Ajaran ini pasti tidak berasal dari Tuhan!

Dengan menggunakan akal sehat kita bisa mengetahui perbedaan  keduanya bagaikan langit dan bumi: Kristen ingin memulihkan kemanusiaan sementara Islam justru ingin menghancurkannya!

Jika dikaitkan dengan soal puasa dan upaya muslim untuk kembali pada fitrah sebagai manusia, jelas Islam tidak mengajarkan fitrah manusia yang benar dan sebaliknya hanya membuat manusia semakin jauh dari fitrah atau kodratnya sebagai citra Allah.

Karena tujuannya sudah salah, maka ibadah puasa yang dilakukan sebulan penuh itu sesungguhnya tidak akan menghasilkan apa-apa... Mungkin memang ibadah ini cuma soal menahan lapar di siang hari selama sebulan yang ditutup dengan pesta makan-makan di hari raya idul fitri!

Memang tampak dari luar Islam seolah memiliki semua  yang dibutuhkan oleh agama seperti kitab suci, nabi, berbagai ritual ibadah seperti doa, puasa, ziarah ke tempat suci, selain itu juga ajaran untuk beramal, berbuat baik dan lain-lain. Banyak sekali manusia yang tertipu oleh penampilan luar ini.

Tapi jika diteliti lebih dalam dengan menggunakan akal sehat dan dengan bantuan rahmat Tuhan, apa yang tampak baik dari luar itu, termasuk juga ibadah puasa yang dilakukan muslim, hanyalah kamuflase dari sebuah ajaran maha jahat yang bermaksud untuk menyesatkan dan menghancurkan manusia. Buah-buah buruk yang dihasilkan oleh ajaran Islam sudah menjadi bukti akan hal ini...

Buat saudara-saudaraku kaum muslim...  selagi masih ada kesempatan, segera tentukan pilihan. Jika kalian ingin memulihkan kembali fitrah kemanusiaan kalian sebagai citra Allah, tinggalkan Islam karena kalian tidak akan mendapatkannya dalam ajaran tersebut.... tidak peduli sedalam apapun kalian mempelajarinya.

Hanya ada satu jalan untuk itu: jadilah pengikut Kristus!
Dia sungguh-sungguh Tuhan yang menjadi manusia. Jika Yesus bukan Tuhan seperti yang diajarkan Islam, maka tidak mungkin ada jalan bagi manusia untuk kembali menjadi citra Allah.

Ini tantangan saya: tunjukkan jika memang ada, bagaimana cara manusia untuk kembali menjadi citra Allah jika Yesus bukan Tuhan! Saya pastikan kalian tidak akan dapat menemukannya sampai kapanpun!

Karena Yesus adalah Tuhan, maka kita semua yang percaya kepada-Nya dapat kembali menjadi citra Allah dengan mengikuti ajaran dan teladan hidup-Nya!

Jangan sia-siakan kesempatan ini... karena jiwa kalian yang menjadi taruhannya!

3 komentar:

Yukina VZ said...

YESUS=FIRMAN ALLAH=NABI
YESUS=BUKAN TUHAN

KALIAN BODOH DITIPU JUDAS

MMD said...

Orang snewen kok bicara ajaran agama, sampe jebol otaknya ya kagak bakalan bisa dipahami.
Dasar murtad

Unknown said...

Firman allah = nabi ??? Wkwkwkkwk...kalimatullah/firman Allah asalnya dri surga dan bgian dri allah sendiri..apa allah berdosa????..nabi , manusia berdosa yg ditunjuk Allah.pke nalar mas, jgn dengkul..yg bodohh justru ente2 kaum muslim, yg mo dibodohin jibril, mamad dan syech2/ ahli ahli agama...kykinan maha jahat yg dibungkus janji2 muluk, nti sudah masuk di brain wash shgga yg sbnarnya kejahatan mnurut standar kemanusian yg umum jdi keliatan jdi kebaikan...ckckck